OJK Dapatkan 50 Program aplikasi pinjaman online Ilegal, Panduan Supaya Tidak Tertipu

Satuan tugas Siaga Investasi Kewenangan Layanan Keuangan (OJK) dalam operasinya sukses mendapati 50 program Koperasi Taruh Pinjam (KSP) yang lakukan penawaran aplikasi pinjaman online ilegal. Itu karena aktivitasnya tidak sesuai konsep perkoperasian.

Ketua Satuan tugas Siaga Investasi Tongam L. Tobing menjelaskan pemakaian program Koperasi Taruh Pinjam ilegal itu mempunyai tujuan untuk menipu warga seolah-olah penawaran aplikasi pinjaman online itu mempunyai validitas dari Kementerian Koperasi.

“Kami sudah bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, dan bermufakat jika KSP jangan lakukan usaha dengan program pinjol sebab bisa dijangkau oleh warga umum yang bukan anggota atau calon anggota KSP dan menyalahi ketetapan perundang-undangan Koperasi,” katanya dalam penjelasannya, Minggu (24/5).

Tongam menambah Satuan tugas Siaga Investasi bersama Kementerian Koperasi setuju untuk tindak lanjuti penemuan ini dengan minta ke Kementerian Komunikasi dan Info untuk tutup 50 program pinjol KSP itu.

Menurut Tongam, pengusutan ini benar-benar dibutuhkan ingat masih jumlahnya aplikasi pinjaman online ilegal yang bekerja di tengah-tengah warga yang sekarang ini sedang turun penghasilannya karena wabah Covid-19.

Aktivitas aplikasi pinjaman online ilegal ini benar-benar bikin rugi warga karena kenakan bunga dan fee yang tinggi sekali, periode waktu utang singkat, dan diperhitungkan lakukan penebaran data personal dan gertakan di saat peminjam tidak bisa kembalikan utang on time.

Ia menambah, faksinya terus lakukan edukasi ke warga supaya tidak dirugikan oleh utang illegal. Jika warga ingin pinjam lewat cara online lihat jika, pinjamlah cuman pada perusahaan aplikasi pinjaman online yang tercatat atau berijin dari OJK yang sekarang ini sejumlah 161 perusahaan. Daftarnya dapat disaksikan di web ojk.go.id.

Selanjutnya, pinjamlah uang sesuai keperluan dan kekuatan bayar. Tidak boleh pinjam dengan keduk lubang tutup lubang, karena akan menambahkan beban pembayaran hutang. Lantas, sebisa mungkin utang dipakai untuk keperluan yang produktif, hingga memberi nilai lebih untuk ekonomi keluarga.

Terkahir, saat sebelum pinjam, ketahui resiko dan kewajibannya. Tidak boleh menyesal sesudah pinjam dan bayarlah seperti waktu perjanjiannya

“Semenjak 2018 hingga saat ini, Satuan tugas Siaga Investasi sudah hentikan aktivitas 2.536 aplikasi pinjaman online ilegal. Bila mendapati penawaran aplikasi pinjaman online yang meresahkan, warga bisa mengkonsultasikan atau memberikan laporan ke Service Customer OJK 157, e-mail [email protected] atau [email protected],” tutupnya.

Leave a Comment