Hutang Rp 800.000, Pemakai Program aplikasi pinjaman online legal Dibuat malu ke Semua Contact Smartphone

Sekarang ini makin banyak rentenir berlagak koperasi, bank emok, dan aplikasi pinjaman online ilegal, yang menggelisahkan warga.

“Praktek rentenir atau bank emok ilegal sangat menggelisahkan warga. Sampai ada orang dibikin malu karena hanya utang Rp800.000 di online,” tutur Kepala Dinas KUK Jawa barat, Kusmana Hartadji, pada Rapat Pembangunan Satuan tugas Dobrak di RR Iyan Muchtar, Bandung, Selasa, 21 Januari 2020.

Tidak cuma hutang yang tetap membesar karena berbunga, menurutnya, mereka harus juga memikul malu saat alami tidak berhasil bayar.

Semua contact di smartphone-nya akan dikontak penagih hutang berisi pesan yang jatuhkan sang peminjam.

Hal tersebut menggerakkan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Propinsi Jawa Barat mengagas pembangunan Unit Pekerjaan Pergerakan Basmi Rentenir Lewat Koperasi (Satuan tugas Dobrak).

Kehadiran satuan tugas itu diprediksikan untuk meminimalkan pergerakan rentenir.

“Kedatangan satuan tugas ini sebagai usaha warga dan pemerintahan untuk menahan, mendidik, dan lakukan pengiringan ke warga,” katanya.

Diputuskannya koperasi, menurutnya, karena tubuh usaha itu mempunyai posisi vital dalam lebih memajukan ekonomi warga.

Koperasi dipandang sanggup memberi usaha pengatasan khusus dan advokasi dan pengiringan ke warga mengenai imbas rentenir

“Satuan tugas Dobrak Rentenir Jawa barat ini datang dengan misi untuk merealisasikan Jawa barat bebas rentenir dengan kerjasama,” papar Kusmana.

Satuan tugas itu, menurutnya, akan merealisasikan Jawa barat bebas rentenir lewat koperasi. Disamping itu akan menggalang pergerakan pergerakan warga dalam hadapi rentenir.

“Satuan tugas ini akan lakukan pengiringan training hadapi rentenir ke koperasi dan memberi edukasi perkoperasian ke warga dan tingkatkan daya membeli warga lewat koperasi,” katanya.

Adapun pekerjaan Satuan tugas Dobrak, menurutnya, ialah lakukan publikasi, edukasi, advokasi, dan memberikan laporan dan bekerjasama dalam menuntaskan kasus rentenir.

Dalam usaha itu, Dinas KUK akan mengikutsertakan koperasi, dinas, elemen warga, figur agama, instansi keuangan perbankan, sampai baznas dalam menuntaskan atau menolong warga yang turut serta rentenir.

“Satuan tugas Dobrak Dinas KUK Jawa barat akan mengikutsertakan koperasi untuk men-take over warga yang terlilit rentenir, aplikasi pinjaman online legal, dan bank emok ilegal. Pendekatan pengatasan permasalahan akan lewat beberapa pendekatan mulai edukasi, pendayagunaan, pergerakan sosial warga sampai advokasi,” kata Kusmana.

Untuk pendekatan advokasi yang bakal dilaksanakan, menurutnya, akan diawali dengan ajukan penghilangan bunga, ajukan potongan utang dasar, dan menghentikan pembayaran bila mengajukan tidak diterima.

Disamping itu membuat laporan polisi bila terjadi tindak pidana dan pantauan pada korban yang sudah ditolong.

“Step awalnya akan dibuat dan diatur SDM Satuan tugas. Seterusnya kita akan lakukan pilot proyek untuk wilayah tertentu untuk menanganan rentenir di wilayah tertentu,” ucapnya.

Salah satunya pengiring Koperasi dan UKM, Merdi Hajiji, menjelaskan, satuan tugas akan mengikutsertakan bermacam stakeholder seperti pengiring dan volunteer koperasi dalam lakukan edukasi.

Begitupun dengan pendayagunaan ekonomi warga secara sehat dan bagus.

“Kita akan menggerakkan warga untuk berkoperasi atau jadi anggota koperasi yang betul-betul jalankan organisasinya sesuai beberapa prinsip koperasi,” katanya.

Leave a Comment