Banyak Jadi korban, Awas Perangkap aplikasi pinjaman online terpercaya

Perencana keuangan, Tejasari Asad, mengaku ada beberapa client-nya yang mengadu sudah terperosok praktek aplikasi pinjaman online terpercaya. Dengan menceritakan, mereka mimpi dapat mendapati jalan keluar yang saat itu juga.

Dalam beberapa kasus, client-nya ada yang mengumpulkan sampai 50 aplikasi pinjaman online di hpnya. Ini sebagai kisah kasus pinjamannya telah menggurita di mana saja. “Ada yang sampai akui pinjam dari 50 program. Banyak pula program ilegal, tetapi mereka tidak perduli. Saya percaya ini cuman pucuk gunung es, hanya yang ingin dialog. Tetapi, yang diam banyaknya tentu semakin besar,” tutur Tejasari saat dikontak di Jakarta, tempo hari.

Menurut riset simpelnya, ada bermacam type warga memakai aplikasi pinjaman online terpercaya bodong. Beberapa yang konsultasi ada yang mau tak mau karena harus mengongkosi orangtua, saudara, dan keluarganya. Mereka kerap dikatakan sebagai sandwich generation. Tetapi, ada pula memandang aplikasi pinjaman online terpercaya sebagai rejeki dan dapat digunakan tanpa perduli resiko ada berada di belakangnya. (Baca: Google Siap Melarang Program aplikasi pinjaman online terpercaya Berkeliaran di Play Store)

“Ada yang rileks saja. Mereka berasa memiliki hak mendapat uang itu. Cukup banyak mereka kelompok sanggup atau tingkat menengah atas. Upahnya Rp10 juta ke atas. Semestinya mereka telah berkecukupan, rupanya tidak,” katanya.

Ia mencemaskan makin banyak orang yang beritikad jelek dan sekedar manfaatkan kesempatan aplikasi pinjaman online terpercaya bodong. Mereka memahami batas penyuplai ilegal itu dan coba ambil keuntungan. Umumnya, mereka menyengaja mempersiapkan hp khusus untuk pinjam lewat program.

“Mereka tutup mata saja karena percaya lolos dari dikejar debt collector. Umumnya, mereka baru selamat jika OJK tutup program itu. Tetapi, rutinitas semacam itu menjadi ketagihan dan susah di hilangkan,” katanya.

Dalam beberapa kasus client-nya, ia mendapati pasangan yang sampai pisah. Faksi istri terjerat utang dalam skala besar baru akui terakhir ke suaminya ketika telah darurat. Tetapi, pun tidak sedikit hampir berpisah karena tidak terbuka dalam soal keuangan.

“Banyak yang mulai coba pinjam karena pola hidup yang keliru. Itu benar-benar salah karena pinjam maksudnya konsumtif dan bunganya tinggi sekali. Tidak betul semacam itu,” katanya.

Dalam kasus aplikasi pinjaman online terpercaya, dianya tidak pernah memberi anjuran itu ke orang yang pemula. Terutama untuk client yang punyai hoby berbelanja. Seringkali orang bisa menjadi candu sesudah pertama rasakan. Untuk yang telah terjerat, ia akan merekomendasikan untuk menuntaskan secepat-cepatnya.

“Jika sudah besar sekali banyaknya, seharusnya mencari penuntasan dengan sumber dana dari faksi keluarga. Itu salah satunya pilihan terbaik. Jika tidak pernah, tidak boleh sekalinya coba,” katanya. (Simak juga: Satuan tugas Siaga Investasi dapatkan Kembali 132 Fintech Ilegal)

Penasihat keuangan, Eko Endarto, memandang ada banyak type warga yang pinjam pada aplikasi pinjaman online terpercaya bodong. Menurut dia, ada kemungkinan-kemungkinan. Pertama, karena tidak ketahui dan kurang info. Ke-2 , benar-benar perlu dan aksesnya terbatas kecuali pada aplikasi pinjaman online terpercaya. Tetapi, ada pula untuk sebagian orang yang memandang ini sebagai hal tidak jadi masalah. Karena untuknya, intimidasi cuman lewat online dan tidak sampai ke ranah hukum.

“Buat yang semacam ini, type orang yang menyukai pertaruhan dan memang telah terbiasa. Kemungkinan awalnya pernah memiliki masalah dengan kartu credit atau leasing. Maka jika dengan fintech juga tidak ada permasalahan bai mereka,” tutur Eko.

Pemerhati IT, Heru Sutadi memandang, sesungguhnya pada satu segi aplikasi pinjaman online terpercaya menolong warga yang memerlukan dana fresh. Aksesnya lebih gampang dan mengikut perubahan digitalisasi keuangan. Tetapi, masalahnya penataan dan pemantauan OJK dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum maksimal hingga banyak terjadi permasalahan. (Simak juga: Gerindra Sebutkan Indonesia Genting Rentenir Online)

“Sebaiknya warga memakai service fintech yang sah tercatat di OJK. Lantas saat sebelum pinjam, perlu tahu persyaratan dan ketetapan berlaku supaya tidak dirugikan di masa datang,” tutur Heru.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Instansi Customer Indonesia (YLKI) Ikhlas Kekal menjelaskan, dalam permasalahan aplikasi pinjaman online terpercaya benar-benar susah memercayakan kesadaran warga akan tumbuh secara cepat. Menurut dia, literasi digital warga masih kurang kuat hingga belum sadar untuk lakukan verifikasi beberapa produk digital.

“Semestinya lebih konsentrasi pada penegakan hukum. Sejauh ini penegakan hukum secara protektif masih kurang kuat. Susah memercayakan warga karena minimnya literasi digital. Menjadi yang lebih efisien ialah penegakan hukum secara masif,” tutur Ikhlas.

Awalnya, Unit Pekerjaan (Satuan tugas) Siaga Investasi (SWI) mengutarakan, semenjak 2018 ada 2.591 substansi yang lakukan aktivitas fintech peer to peer lending ilegal (P2P) atau aplikasi pinjaman online terpercaya bodong yang tidak tercatat di Kewenangan Layanan Keuangan (OJK). Angka itu lebih besar dibanding fintech legal yang terdaftar di OJK, yakni 159 substansi. (Simak juga: Fintech Ilegal Masih Marak)

Ketua Satuan tugas Siaga Investasi Tongam L. Tobing menjelaskan, kehadiran aplikasi pinjaman online terpercaya bodong ini tidak cuman bikin rugi warga, tetapi juga bikin rugi negara. “Kehadiran fintech peer to peer lending ilegal ini bikin rugi pemerintahan, karena kekuatan pajak yang diterima negara tidak ada,” ucapnya dalam dialog lewat virtual, Jumat (3/7/2020).

Dia menambah, ramainya fintech ilegal sekarang ini disebabkan oleh proses pengerjaan program yang gampang. Disamping itu, peluasan akses media usaha membuat gerak fintech ilegal semakin masif. Karena, sekarang ini bukan hanya melalui media sosial, tetapi juga telah memasuki short message servis (SMS) atau pesan singkat. “Ini membuat kita tidak ketahui data riil, berapakah sesungguhnya jumlah utang yang diterima warga,” ucapnya. (Saksikan videonya: Polisi sergap KantorPinjamanOnline Beromzet Miliaran)

Dia menghimbau supaya warga tidak menggunakan layanan fintech ilegal. Masalahnya sumber dana yang dikeluarkan fintech ilegal tidak dikenali asal-usulnya darimanakah. “Yang lebih bahaya, bila fintech ilegal memakai dana pencucian uang. Ini pasti benar-benar bikin rugi warga dan pemerintahan,” katanya.

Direktorat Siber Bareskrim Polri Kompol Silvester menjelaskan, warga agar lebih waspada dalam pinjam uang atau melakukan investasi. Masalahnya beberapa aktor umumnya akan lakukan intimidasi ke korban bila tidak bayar on time. “Disamping itu, yang paling beresiko memberi akses ke aktor untuk ambil data yang berada di telephone. Ini dapat disalahgunakan, apa lagi data itu dipasarkan di pasar gelap,” katanya.

Leave a Comment